• Home
  • About Us
  • Contact Us
  • Site Map
KEEP IN TOUCH

Posts in category Fun

Buruh Migran, Masyarakat Pesisir, Masyarakat Miskin di Perbatasan dan Kaum LGBT Tidak Diuntungkan dalam MDGs

May01
2013
Leave a Comment Posted by nila

Kelompok-kelompok masyarakat pesisir, buruh  migran, masyarakat miskin di perbatasan, kaum lesbian, gay, bisexsual dan  transgender (LGBT) adalah kelompok-kelompok yang tidak diuntungkan dalam  Millenium Development Goals (MDGs). Demikian Ruby Kholifah, Wakil Ketua  Koalisi Non-Goverment Organization (NGO) Indonesia untuk Agenda Pembangunan  Pasca 2015, berbicara di depan Global CSOs Forum on Post-2015 Development  Agenda (Pertemuan Global Organsiasi-Organsiasi Masyarakat Sipil Sedunia)  yang dibuka di Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/3).

“Isu kelompok-kelompok masyarakat dunia yang tidak diuntung oleh MDGs ini  akan dibawa ke Pertemuan High Level Panel(HLP).  Kami akan mendorong, untuk  Asia, pembangunan harus dijalankan dalam konteks Asia, dalam forum ini akan  dibahas bagaimana menjalankan pembangunan manusia dalam konteks Asia,” katanya.

Senada juga diungkapkan oleh Anis Hidayah, aktivis Migrant Care, dan Aria  Indrawati, Manager Public Relation Yayasan Mintra Metra. Buruh dan kelompok  penyandang disabilitas tidak pernah ditempatkan secara khusus dalam isu  pembangunan global.

“Padahal mereka ada dimana-mana. Mobilitas manusia ini seharusnya menjadi  isu penting dalam dinamika kependudukan. Mereka juga paling rentan terkena  kekerasan. Padahal mereka menghasilkan kontribusi yang besar untuk  pembangunan. Kita ingin memastikan hak-hak mereka juga masuk dalam agenda  ini,” jelas Anis Hidayah.

Sementara Aria Indrawati menyebutkan selama ini penyandang disabilitas  tidak pernah disertakan dalam proses apalagi menjadi isu penting untuk  diperhatikan untuk masuk dalam MDG’s.

“Kami 21%-nya dari warga dunia, apakah itu tidak penting. Baru-baru ini  saja, sejak di New York eksistensi dan suara kami mulai dilihat dan  didengar. Kami hanya menuntut sederhana, soal layanan publik, layanan  kesehatan, pendidikan, semuanya bagi disabilitas. Nyatanya kepentingan kami tidak pernah disebutkan dengan jelas dalam agenda ini,” jelas Aria.

Pertemuan Global Organsiasi-Organsiasi Masyarakat Sipil Sedunia di Nusa  Dua, Bali ini adalah pertemuan pendahuluan untuk menyusun masukan-masukan  bagi pembangunan masyarakat miskin dunia, dalam pertemuan High Level Panel  (HLP) of Eminent Person, Agenda Pembangunan Pasca 2015 di Nusa Dua, 25  hingga 27 Maret mendatang. HLP adalah panel yang menjalankan  program-program Millenium Development Goals (MDGs). Pertemuan HLP di Nusa  Dua akan dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Perdana Menteri  Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf. Mereka  ditunjuk Sekjen PBB Ban Ki-moon untuk memimpin HLP. HLP mengundang Civil  Society Organization (CSO) sedunia untuk membicarakan agenda pembangunan  dunia. CSO adalah kelompok atau organisasi non-pemerintah yang di Indonesia  dikenal sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM). Namun CSO merupakan  identifikasi untuk organissi yang lebih luas, di samping LSM, orgnisasi  berbasis komunitas, juga termasuk organsiasi buruh, organisasi masyarakat  dan lain-lain.

Kerjasama antara CSO dengan pemerintah menjadi trend belakangan ini. Salina  Sanou, seorang aktifis CSO dari  Kenya, mengatakan kebanyakan pemerintah di  benua Afrika mengajak banyak CSO untuk bergabung bersama pemerintah  masyarakat yang terpinggirkan. Terkait dengan dilibatkannya CSO dalam  agenda pembangunan oleh PBB dikritik oleh Norma Maldonado, aktifis CSO dari  Guatelama. “PBB dikritik sudah kehilangan legitimasi. PBB berusaha mengajak  CSO dalam bentuk forum yang dilabeling sebagai konsultasi sebagai upaya  mendapat legitimasi dari publik,” katanya.

Norma adalah aktifis CSO Guatemala yang memperjuangkan penghapusan  kemiskinan di negaranya. Ia datang ke Bali untuk menyuarakan suara  orang-orang miskin di Guatemala dan kritiknya tentang MDGs. “MDGs adalah  lelucon besar dunia. Dan para pejabat PBB adalah para badutnya,” katanya.

Ini adalah kritik pedas bagi HLP, bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,  David Cameron, Ellen Johnson Sirleaf, para pemimpin HLP, juga kritik untuk  Ban Ki-moon, Sekjen PBB.

Salah seorang direktur dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan  Pengendalian Pembangunan (UKP4), Yanuar Nugroho yang juga berbicara di  forum ini  meminta agar CSO fokus pada komunike yang dideklarasikan di  Monrovia yakni tentang pembangunan yang berkelanjutan, penyediaan lapangan  kerja dan perlindungan lingkungan. “Kita tidak bisa memuaskan semua orang,  tapi yang terpenting bagaimana isu yang dibawa CSO bisa disepakati HLP,”  katanya.

Menurut Yanuar hal yang perlu digaris bawahi adalah kita tidak bisa  meninggalkan MDGs. Tapi sekarang kita akan membicarakan post-nya. MDGs  memang tidak sempurna, tapi harus diakui itu tetap membantu. Soal  pencapaian masih bisa diperdebatkan,” ujar Yanuar.

 

Berita dan foto berita ini disebarluaskan oleh Media Center  Indonesian  CSO’s Coalition for Post 2015 Development Agenda (Koalisi  NGO Indonesia  untuk Agenda Pembangunan Pasca 2015). Berita dan foto berita ini disebarkan  untuk media massa di Indonesia agar disebarluaskan kembali baik oleh media  cetak, online maupun radio (dibacakan).

 

Sumber : http://potret-online.com/index.php/news-flash/1272-buruh-migran-masyarakat-pesisir-masyarakat-miskin-di-perbatasan-dan-kaum-lgbt-tidak-diuntungkan-dalam-mdg

Menelusuri Saksi Bisu peristiwa Lengkong

Feb25
2013
Leave a Comment Posted by nila
Tahukah Anda bahwa di tengah bangunan-bangunan mewah yang ada di BSDCity terdapat sebuah lokasi peninggalan sejarah yang masih terjaga dengan utuh. Tempat tersebut bernama “Museum Lengkong”.
Bangunannya yang sangat sederhana, dibalut dengan tembok putih, jendela kayu, dan lantai semen, persis seperti gaya rumah pada zaman itu dan hingga kini, museum itu tak meninggalkan bentuk dan elemen pondasi aslinya.Tempat ini juga menjadi saksi bisu saat para tentara taruna dan perwira yang diserang hingga gugur oleh tentara Jepang.
“Seperti inilah kondisi bangunan pada waktu itu, dan masih terjaga sampai sekarang. Namun, dulu bangunan ini sempat dikelilingi kebun karet, ” kata Rani D Sutrisno selaku Ketua Harian Yayasan 25 Januari 1946, Minggu (24/2/2013). Bahkan menurutnya, di atas lantai yang sudah kusam itu sebenarnya masih membekas bercak darah yang sulit hilang dari para pejuang waktu itu.
Musium Lengkong sendiri merupakan salah satu saksi bisu peristiwa pertempuran Lengkong di Serpong yang masih tersisa. Museum ini, dulunya adalah markas tentara Jepang. Di tempat ini pula, Mayor Daan Mogot berunding dengan Kapten Abe dari Jepang, sebelum  terjadi pertempuran berdarah.
Museum ini terlihat seperti rumah tua pada umumnya. Di dalamnya terdapat kumpulan foto-foto para pejuang dan pahlawan bangsa dalam bingkai hitam putih, serta beberapa foto pada saat peringatan Peristiwa Lengkong di masa lalu.
Pemugaran secara besar-besaran tidak pernah dilakukan karena tak ingin menghilangkan struktur aslinya. Lagi pula, bangunan tersebut masih terlihat kokoh dan terawat dengan baik. “Bangunan ini pernah dilakukan renovasi, tapi hanya membenahi genting-genting yang bocor. Selebihnya masih terjaga keasliannya,” ujar wanita yang biasa dipanggil Rani.
Peristiwa Lengkong yang telah merenggut nyawa putra terbaik bangsa menjadi salah satu bukti kongkret bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan gigih dan tetesan darah. “Begitu gigihnya pahlawan kita dulu saat berperang mempertahankan tanah air ini,” ujar M. Effendi (85), salah satu veteran Kota Tangerang.
Untuk itu, M. Effendi berpesan agar generasi muda sekarang ini bisa tetap bersemangat dalam membangun bangsa dan tanah air Republik Indonesia tercinta.
Museum Lengkong sendiri persis berada di depan Monumen Lengkong berdiri. Sebuah taman yang tertata apik ditemani pepohonan rindang yang mengelilinginya menjadi satu kawasan bernama Taman Daan Mogot. Di tempat ini juga merupakan lokasi gugurnya Mayor Daan Mogot dan dua perwira lain serta 34 taruna dalam peristiwa pertempuran Lengkong pada 25 Januari 1946.
Dulu, kawasan ini bernama Desa Lengkong Wetan, lalu pengembang Bumi Serpong Damai (BSD) datang merintis pembangunan di Serpong pada 1989 dan dikenallah namanya menjadi kawasan BSD.
Museum dan monumen Lengkong tak nampak sering dikunjungi karena tidak dijadikan sebagai objek wisata. Monumen Lengkong hanya ramai saat ada upacara peringatan Peristiwa Lengkong yang diadakan setahun sekali.
Mungkin tak banyak yang tahu adanya museum dan monumen bersejarah ini karena posisinya membelakangi jalan dan tak terlihat dari jalan raya utama. Lebih tepatnya, museum ini berada di jalan masuk kawasan Damai Indah Golf yang berada di seberang air mancur BSD.
Padahal, Monumen Lengkong sendiri telah dibangun pada 1993 oleh pemerintah Kota Tangerang dan BSD untuk mengenang Peristiwa Lengkong. Museum Lengkong kini berada di tengah kawasan elite di Serpong, tetapi tetap menjadi tempat bersejarah bernilai tinggi yang akan terus dijaga kelestariannya.
Dan Monumen Lengkong kini dijadikan sebagai tempat peringatan peristiwa pertempuran Lengkong yang diperingati setiap tanggal 25 Januari. Bahkan, keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menetapkan peristiwa tersebut sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer.
Keberhasilan para pendahulu dalam mencapai kemerdekaan Indonesia bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Mereka mengorbankan jiwa raga dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemerdekaan itu harus diisi dengan baik oleh para pemuda dan generasi penerus bangsa ini.

Sumber: http://www.angkringanwarta.com/2013/02/menelusuri-saksi-bisu-peristiwa-lengkong.html

The 4 most essential components of an email

Feb11
2013
Leave a Comment Posted by nila

Nearly 250 billion emails are sent every day, according to the 2012 Email Marketing Benchmark Report. That’s one email every 0.00000035 seconds.

Of course, you needn’t read statistics to understand email’s importance—you use it constantly to pitch reporters, apply for jobs, search for new business, and send mom a link to a new recipe.

If you can’t get people to respond to your messages, you’re probably doing something wrong—especially if your mother won’t read your emails.

Here are some tips on how to write the perfect email that gets the results you want.

The subject line

Arguably the most important component of the email, the subject line is the deciding factor in whether your message is read or deleted. Additionally, using a spam tagline or lots of characters such as $$$ (or in the U.K., £££) can send it straight to the junk box.

The subject line needs to be truthful and informative and tempt the reader into wanting to know more about the content. In that case, strive to retain an air of mystery, but remain truthful. If your email has nothing to do with the subject line, the receipt will have a bad impression of you.

The salutation

The start of the email sets the tone for the main body. In the opening words the reader is making a judgement about you and what you want, and whether they will continue to read. Seeming too formal or impersonal, or, conversely, unprofessional, can cast a negative impression. If you know the person’s name, address him or her personally; if not, use “Hi” rather than “To whom it may concern.” The latter is stuffy and formal. In business—and especially in PR—you need to build relationships, so sounding friendly but professional is always a good approach.

The bit in the middle

Long, waffling emails are a massive turn off to anyone—especially to journalists who receive dozens or even hundreds of unsolicited emails a day. Even if the recipient opens your email, a page-long essay will probably inspire him or her to close out of it. No one has the time, or the interest, to read your life story. Keep your messages as short and concise as possible, and deliver information in a digestible way. Your purpose for writing needs to be clear and presented in a way that will appeal and relate to the recipient.

The ending

Assuming the recipient sticks with your email to the end, the way you sign off is as important as the way you start. End your email by making clear what you would like the reader to do, but don’t do it in a commanding way. Phrases such as “I look forward to hearing from you” or “Please let me know your thoughts” invite a response and make it clear you would like to hear from them. But they are also casual enough to not sound threatening. Sign off with “many thanks” or “kind regards” or something similar and your name, including your first name. Rapport building isn’t achieved with Mr. and Ms.

Additionally, when relevant, include your professional Twitter, Facebook, LinkedIn, and/or Google+ accounts with your signature, especially when approaching someone who doesn’t know you. This way the person can have a better look at what you do, reinforcing your professionalism in his or her eyes.

Anna Pitts is a marketing assistant and online researcher at the Graduate Recruitment Bureau. Her work involves PR, outreach, and writing articles for graduates and students.

Sumber: ragan.com

Wah, Ada Sekolah Kimchi di Seoul!

Jan11
2012
Leave a Comment Posted by aditya

Kimchi, panganan sayur khas Korea ini semakin populer saja. Jika Anda berlibur ke Seoul, Korsel, jangan lewatkan mengikuti kursus membuat Kimchi di Kimchi School. Seru!
READ MORE »

Tagged jalan-jalan, kimchi, korea, kuliner, sekolah, selatan, seoul, soul

Hari Ini, Khadafy Dimakamkan di Gurun

Oct25
2011
Leave a Comment Posted by aditya

TRIPOLI, KOMPAS.com — Setelah hampir sepekan dipamerkan di sebuah pasar di Sirte, jenazah mantan pemimpin Libya Moammar Khadafy akan dimakamkan pada Selasa (25/10/2011), pejabat pemerintah transisi Libya mengatakan, Senin (24/10/2011). READ MORE »

Tagged gurun, khadafi, makam

6 Tips Mencegah Jet Lag

Oct10
2011
Leave a Comment Posted by aditya

Jakarta – Jet lag memang umum terjadi pada setiap orang yang bepergian ke luar negeri, tapi bukan berarti bisa diabaikan. Jet lag perlu diwaspadai, terutama bagi Anda yang sering ditugaskan bekerja di negara lain dengan perbedaan waktu cukup jauh.

Gejala yang timbul ketika seseorang mengalami jet lag antara lain kelelahan, sakit kepala, dehidrasi, mudah marah serta sulit tidur READ MORE »

Tagged jet lag, Tips, travel

9 Tips Dasar Travel Fotografi

Oct07
2011
Leave a Comment Posted by aditya

1. Travel light
Kita harus ngelihat dulu mau ke mana dan ngapain. Kalo emang sekiranya gak perlu bawa flash seterang senter satpam yang suka jaga malam, lensa segede dosa, dll, mending gak usah bawa. Malah yang harus dibawa adalah barang-barang krusial seperti jas hujan, air minum, ataupun topi.

2. Pakailah outfit dan sepatu yang nyaman
Jins ketat, sama boots tinggi emang kece berat. Iya, kalo situ mau manggung di kawinan anaknya Haji Ramli di kampung belakang. Tapi bakal nyusahin kalo medannya ribet, gak ada porter. Lagipula kita kan bukan mau moto diri sendiri. Jangan terlalu overdress dan parno.

READ MORE »

Tagged foto. fotographer, Tips

Misteri Kursi Bernomor 13 di Pesawat Batavia Air

Sep26
2011
Leave a Comment Posted by aditya

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tahukah Anda, konon tidak ada kursi penumpang di pesawat terbang yang bernomor 13 di dunia ini? Meski banyak yang tidak percaya, namun tahyul di jagad raya ini mempercayai angka 13, dikaitkan dengan kejadian sial atau mengerikan.

Namun di Indonesia, pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan YG – 561 dari Jakarta tujuan Pekanbaru, hari Minggu READ MORE »

Tagged 13, Batavia air, pekanbaru, pesawat

Info Liputan: Akselerasi Program KB Kunci Pencapaian Target MDGs 2015

Sep25
2011
Leave a Comment Posted by nila

Media Briefing

Akselerasi Program KB
Kunci Pencapaian Target MDGs 2015

Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan bagian dari target Millenium Development Goals (MDGs) yang diharapkan bisa tercapai pada tahun 2015. Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 1991,  AKI di Indonesia masih mencapai 390 dari 100.000 kelahiran hidup, dan hanya turun ke 228 dari 100.000 kelahiran hidup ditahun 2007.  Jika kondisi ini tidak segera diantisipasi, diperkirakan Indonesia akan sulit mencapai target AKI sebesar 102 dari 100.000 kelahiran hidup ditahun 2015.  Karenanya, pemerintah berusaha mengurangi resiko kematian ibu melalui program  Keluarga Berencana (KB) dengan meningkatkan akses pelayanan reproduksi dan kontrasepsi.
Untuk itu, bertepatan dengan Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day), kami bermaksud mengundang rekan-rekan media untuk hadir di acara : Media Briefing – Akselerasi Program KB Kunci Pencapaian Target MDGs 2015.
Hari/Tanggal                : Senin, 26 September 2011
Jam                                  : 09.30 – 13.00 WIB
Tempat                           : Ruang Mutiara III
Hotel Gran Melia – Jakarta
Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-O
Kuningan – Jakarta 12950
Narasumber                 : 1. Dr. Sugiri Syarief, MPA (Kepala BKKBN)
2. Todd Callahan ( Country Director DKT Indonesia)
3. Dra. Harni M. Kusno, MKM, (Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia- PP IBI)
Demikian kami sampaikan, besar harapan kami rekan-rekan media berkenan hadir pada acara tersebut.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Aditya Anugrah Putra
Brand Manager – Andalan Contraceptives
Marketing & Communications Division
DKT Indonesia

*Contact Person: Nila 0813 1069 7586

Tagged Info Liputan

Menteri-menteri SBY yang Pernah Bermasalah dengan Istri

Sep15
2011
Leave a Comment Posted by aditya

Jakarta – Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II baru berjalan kurang lebih 2 tahun. Berbagai masalah dihadapi oleh para menteri. Mulai masalah dugaan korupsi, hingga masalah-masalah yang berhubungan dengan istri.

Bulan Ramadan tahun 2010 lalu, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh disambar tudingan miring terkait kasus asmara dengan sekretarisnya. Menteri Darwin pun langsung menampik gosip miring tersebut.
READ MORE »

Tagged Kabinet Indonesia Bersatu II, sby
« Older Entries

Main Portal

Categories

  • Career
  • Economic & Business
  • Education
  • Energy
  • Event
  • Fun
  • Gallery
  • Health
  • Info Acara
  • Labor
  • Law
  • Lifestyle
  • News
  • Opini
  • Photo
  • Press Release
  • Resensi
  • sport
  • Success Story

Page Facebook

Tweet

Twitter

  • No public Twitter messages.
By US Web Design Company

Recent Posts

  • American Sign Language
  • Peran Public Relations Ketika Krisis
  • Buruh Migran, Masyarakat Pesisir, Masyarakat Miskin di Perbatasan dan Kaum LGBT Tidak Diuntungkan dalam MDGs
  • “Pencitraan Tidak Akan Bertahan Lama”
  • Menelusuri Saksi Bisu peristiwa Lengkong

Recent Comments

  • dubai escort service on Nomor Ujian SNMPTN Ada yang Kembar!
  • dubai escort girls on Inilah Kampus Swasta Termahal di Indonesia
  • uae escorts on Beasiswa S2 Universitas Indonesia – Kementerian Pemuda dan Olahraga
  • Ahmedd on Wisata Sudah Jadi Gaya Hidup
  • Presley on Kesempatan Masuk PTN Masih Terbuka

Message

  • bueriyche
    email
    himopabers
    20 March 2013
  • media
    email
    masih kosong ya
    4 April 2011
Your Shout

Popular Posts

  • Nomor Ujian SNMPTN Ada yang Kembar! (2)
  • 5 Tips Berkirim Surel (Surat Elektronik) (2)
  • Pengguna Asal RI Buka Facebook 2 Kali Sehari (1)
  • Wisata Sudah Jadi Gaya Hidup (1)
  • Kisah Sukses Pengusaha Bob Sadino (1)

Follow Us!

Follow Us on FacebookFollow Us on TwitterFollow Us on E-mail

Twitter


@RedWhiteCom
Location
Bio
Web
Latest Tweet

tweets

following

followers

Archives

  • May 2013
  • April 2013
  • February 2013
  • January 2013
  • November 2012
  • April 2012
  • February 2012
  • January 2012
  • December 2011
  • November 2011
  • October 2011
  • September 2011
  • August 2011
  • July 2011
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011

Calender

May 2013
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tags

anak anggaran beasiswa bnp2tki BOS cara enak gas guru hukum Indonesia jakarta jepang kanker kemenakertrans kemendiknas kesehatan kpk kuliner lezat LNG mahasiswa makanan menakertrans Mendiknas muhaimin iskandar national geographic obat pendidikan penyakit Pertamina RI SD sehat sekolah siswa sma SMP SNMPTN Tips TKI ujian ujian nasional UN universitas

EvoLve theme by Blogatize  •  Powered by WordPress Blog Red White Communication

  • TwitterTwitter
  • FacebookFacebook
  • Social Slider
  • Twitter
  • Facebook