Metrotvnews.com, Jakarta: Posisi Komodo dalam pemenangan 7 Keajaban Baru Dunia atau New 7 Wonders of Nature, masih tertinggal jauh dari peserta lainnya. Komodo masih membutuhkan banyak dukungan dari masyarakat Indonesia. Meski begitu, Pendukung Pemenangan Komodo membantah jika Komodo dikalahkan kadal air asal Malaysia. READ MORE »
Posts in category Success Story
Pendukung Komodo: Kadal Air Malaysia Tak Masuk 7 Wonders
Bermodal Rp500 Ribu, Franchise Cemal Cemil Suguhkan “Tempo Doeloe”
RINDU akan panganan masa kecil membuat tiga wanita cantik ini mempunyai ide untuk menghadirkan kudapan-kudapan tersebut saat ini.
Disamping itu, keprihatinan mereka terhadap mainan anak-anak saat ini yang kebanyakan terbuat dari plastik, membuat mereka ingin menyuguhkan mainan semasa kecil yang penuh dengan kreativitas dan edukasi yang kebanyakan terbuat dari bambu. READ MORE »
Dulu Kurir, Kini Buka 100.000 Toko
JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan modal awal dana hasil meminjam kepada atasan, kini Hengky Setiawan berhasil menjadi atasan dalam bisnis di dunia telekomunikasi. Kini ia sudah menjadi CEO Telesindo Shop.
Hengky menceritakan, awalnya dia berkecimpung di dunia telekomunikasi dengan memberanikan diri jual beli ponsel bekas dengan modal pinjaman. “Tahun 1987 (saya) jadi kurir (di toko sparepart mobil). (Selama) tahun 1989-1990, saya memberanikan diri pinjam dari bos (sebesar) Rp 5 juta, (padahal) gaji cuma Rp 75.000. Pinjam duit Rp 5 juta, bos pun kaget,” tutur Hengky kepada Kompas.com, di Jakarta, pertengahan bulan Juli lalu.
Bukan PTN atau PTS yang Menentukan Lapangan Kerja
PADA 30 Juni lalu baru saja dimumkan hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan jumlah peserta SNMPTN terus meningkat setiap tahun. Ini membuktikan anggapan masyarakat bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selalu lebih baik. READ MORE »
“Menyulap” Limbah Kayu Jadi Kapal Layar
JAKARTA, KOMPAS.com – Dengan memanfaatkan limbah usaha mebel kayu jati, Purwanto membuat kerajinan kayu berupa minatur rumah adat dan kapal layar. Kreasinya itu tergugah setelah melihat limbah-limbah kayu jati di Ibukota.
“Tergugah melihat itu limbah-limbah (kayu jati). Sayang kalau cuma (dipakai) untuk kayu bakar,” ungkap Purwanto kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (3/6/2011) lalu. READ MORE »
Muhaimin Iskandar, Dari Pesantren Hingga Panggung Politik
Muhaimin Iskandar, Sejak Kecil Sudah Jadi Pemimpin
Tokoh yang lebih akrab di sapa Cak Imin ini lahir dan dibesarkan dilingkungan pesantren. Ayahnya adalah guru pesantren Manba’ul Ma’arif, Jombang Jawa Timur. Kakek dan buyutnya adalah aktivis Nahdlatul Ulama. Mendapatkan pendidikan agama dan berpolitik di lingkungan keluarganya menjadikan Muhaimin tumbuh menjadi pribadi yang religius dan kritis.
Miliarder Inggris Ini Buta Huruf
LONDON, KOMPAS.com — Andreas Panayiotou memiliki kerajaan properti senilai 400 juta poundsterling (Rp 5,5 triliun) dan menduduki peringkat 200 orang terkaya di Inggris. Pada Jumat (3/6/2011), dia membuat pengakuan mengejutkan. “Saya tidak bisa membaca,” katanya.
Ayah lima anak itu bukannya tidak mau belajar membaca. “Waktu kecil saya berusaha keras agar bisa membaca,” kata lelaki 45 tahun itu. Dia memutuskan berhenti sekolah pada umur 14 tahun.
Jusuf Kalla’s Tips on How to Suceed in Business
SOLO, KOMPAS.com - A businessman who wants to be successful should consider three important elements, namely better, cheap, and fast products, former Vice President Jusuf Kalla said.
Speaking at a “Business Gathering to Dig Muslim Economic Development Opportunities and Potentials’ in the framework of a Muhammadiyah Central Leadership Economic and Entrepreneurship National Meeting, Kalla said many entrepreneurs in the country could not grow and develop fast enough because they failed to master the three important elements.
Padukan Pakaian Bekas dengan Sampah Plastik
Bandung – Mempunyai dasar bekerja di sebuah pabrik garmen dengan latar belakang kuliah di fashion desain menjadi bekal Dewiyana Asriani untuk mendaur ulang pakaian bekas dan memadukannya dengan sampah plastik.
Setelah tidak bekerja lagi di pabrik garmen tersebut, Dewi menerima jasa jahitan di rumahnya. Mulanya ia hanya memanfaatkan sisa-sisa potongan kain dari pakaian-pakaian pelanggannya.
READ MORE »
‘Think Like an Entrepreneur’
Salah satu pengusaha muda paling kaya di Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno bercerita soal jatuh bangun membangun usaha dan pendapatnya mengenai peluang usaha yang masih terbuka di Indonesia. Ditemui Yahoo! Indonesia di kantornya di Jakarta Selatan, Sandiaga mengaku sempat mendapatkan cobaan yang membuatnya berpikir untuk menyerah.
READ MORE »






Recent Comments